Tampilkan postingan dengan label Pendekar Pemanah Rajawali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendekar Pemanah Rajawali. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

Kembali Mengingat Kisah si "Pendekar Pemanah Rajawali"


Mungkin masih kebawa serunya episode tadi, jadinya sekarang saya ingin sedikit mengupas balik tentang kisah si "Pendekar Pemanah Rajawali" yang versi terbarunya telah tayang di Indosiar sejak 8 Desember 2011 yang lalu. 

Legenda Pendekar Pemanah Rajawali sebenarnya diangkat dari novel silat legendaris dengan judul asli Sia Tiaw  Eng Hiong karya Louis Cha yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama pena Jin Yong atau Chin Yung pada tahun 1957 dan merupakan bagian pertama dari trilogi. Saking terkenalnya, akhirnya kisah ini diadaptasi dalam berbagai film, serial TV, manga, anime dan sebagainya. Dalam bahasa Inggrisnya, serial ini dikenal dengan nama Legend of The Condor Heroes atau sering juga ditulis The Brave Archer.

Kisahnya dimulai dari dua orang pahlawan, Yo Tiat Sim  (Yang Tie Xin) dan Kwee Siauw Thian (Guo Xiao Tian) yang setia pada Dinasti Song. tapi terbunuh oleh pasukan bangsawan negeri Kim, Wanyen Hong Lie. Istri Kwee Siauw Thian, Li Ping melahirkan seorang putra yang bernama Kwee Ceng (Guo Jing ) di padang rumput Mongolia. Ia tumbuh menjadi pria yang berpikir lambat alias rada-rada bodoh., tetapi tampan dan baik hati. Sedangkan Istri Yo Tiat Sim, Pao Sek Yok (Bao Xi Ruo) terpaksa menjadi istri Wanyen Hong Lie demi membesarkan putranya, Yo Kang (Yang Kang) yang kemudian lebih dikenal dengan nama Wanyen Kang dan digelari pangeran kecil.

Kwee Ceng yang sedang berkelana ke daratan Tiongkok tak sengaja bertemu dengan seorang gadis cantik yang kelak menjadi cinta sejatinya bernama Oey Yong (Huang Rong), yang merupakan putri Oey Yok Su (Yao Shi), si Sesat Timur, pemilik pulau Bunga Persik. Ia juga bertemu dengan Yo Tiat Sim  yang ternyata belum tewas namun hidup dengan menyembunyikan identitasnya.

Rabu, 25 Januari 2012

Lirik Ost. Pendekar Pemanah Rajawali Versi Terbaru >> Melayang >> Judika



Siapa yang membangkitkan
Benci rindu dendam cinta
Lahirkan sebuah legenda
Saat menata kehidupan ini
Rintangan lawan menghalang
Kehendak langit ditentang

Tak ada guna dalam meratapi
Yakinlah pada diri sendiri
Biar mereka menilai
 
Kau deru bagai pasir
Kau kokoh bagai tebing
Kau mata pedang yang melintas
dan memandang langit

Setenang tetes air
Selembut bunga yang gugur
Kau dipuja namun tetap fana
Hati meratap melayang, melayang

Kau deru bagai pasir
Kau kokoh bagai tebing
Kau mata pedang yang melintas
dan memandang langit
 
Setenang tetes air
Selembut bunga yang gugur
Kau dipuja namun tetap fana
Hati meratap melayang, melayang
 
 

Dunia Kecil crybabyzz, A Little Wordl with Great Dreams...Hope you'll enjoy it... Gamsa hamida.....!!!! Annyeong.....!!!!